Ceh M Din
Maestro didong Ceh M Din lahir di Bebesen, Aceh Tengah, 25 Mei 1953. Tumbuh dalam tradisi didong Gayo, ia belajar dari ayahnya, Haji Semaun, ceh legendaris Didong Kabinet Tue. Aktif berdidong sejak usia 15 tahun, ia tampil nasional di Taman Ismail Marzuki (1978, 1982) dan berbagai panggung budaya. Sejak 1984 ia melatih generasi muda dan mengembangkan Didong Dakwah. Tahun 2025, ia menerima Penghargaan Pelestari Seni Didong.
Apresiasi untuk Penjaga Keberagaman
Menghormati mereka yang menjaga nilai, tradisi, dan harmoni budaya Indonesia.
Kebudayaan adalah jiwa bangsa yang menyatukan keberagaman. Melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia, pemerintah memberikan penghormatan kepada individu dan lembaga yang dengan tulus menjaga keberagaman ini melalui karya dan pengabdian. Program ini mendukung ekosistem kebudayaan yang inklusif, di mana setiap pelaku budaya memiliki ruang untuk diakui dan dihargai. Penghargaan diberikan tidak semata karena prestasi, melainkan karena keteladanan dan dampak nyata bagi masyarakat.
Lihat tahapan lengkapKurasi Lapangan
Verifikasi langsung dilakukan untuk memastikan keaslian karya, kesinambungan kegiatan, serta dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan budaya.
Dewan Penilai Lintas Disiplin
Penilaian dilakukan oleh para ahli dari berbagai bidang untuk menilai substansi, kemanfaatan, dan nilai kebudayaan yang dihasilkan calon penerima.
Penguatan Warisan
Penerima anugerah mendapatkan pendampingan untuk memperkuat narasi, pengembangan karya, dan jejaring kolaborasi kebudayaan.
“Negara maju dengan membangun. Namun, tidak ada artinya jika melupakan sejarah masa lalu karena sejarah itu merupakan jati diri bangsa”
Prof. Dr. Mundardjito • AKI 2022
Penerima Anugerah Terkini
Temukan profil para penerima penghargaan AKI dari berbagai kategori dan provinsi.